Saturday, October 1, 2022

Catatan Kerajaan Atinggola

        Dalam tradisi lisan dikisahkan suku bangsa Atinggola awalnya adalah suku Pidodotiya yang bermukim di lembah Pinogu, karena terjadi perang saudara antara mooduto dan Pulumoduyo mereka mengungsi dan tiba di lembah Atinggola. Versi lain menyebutkan suku Atinggola asal usulnya dari kepulauan Halmahera Utara, yang menyebarangi lautan hingga sampai di Pulau Lembeh. Kemudian sebagian dari mereka berkelana mengarungi perairan laut sulawesi bagian utara dan pada akhirnya mereka tiba di muara sungai Andagile dan mendirikan permukiman di sana.

Peta tahun 1898


Berdirinya Kerajaan Atinggola atau disebut juga Andagile diprakarsai oleh 3 linula yaitu linula Otajin, linula Tihengo dan Moa'a. Dikisahkan yang pertama menjadi raja adalah Raja Detubinaa putra dari raja Bintauna.


Catatan kolonial Belanda bahwa tahun 1721 Kerajaan Atinggola yang diwakili Pangeran Adrian Patilima menandatangani kontrak perjanjian dengan VOC. Dikemudian hari Adrian Patilima menjadi Raja Atinggola tahun 1747. Beliau digantikan oleh Bolongkodu tahun 1768.


Ketika Inggris menguasai jazirah Sulawesi Utara awal tahun 1800an, Raja Gubul menyerahkan kekuasan sementara kepada Pangeran Kakatua dan untuk pertama kalinya ajaran agama islam hadir dalam lingkungan kerajaan. Kakatua secara resmi sebagai raja Atinggola pada tahun 1820, setelah itu Kakatua digantikan oleh Raja Bolongkodu Humagi tahun 1830.

Daftar Raja raja Atinggola


Pada masa kekuasaan Raja Ba Ito terjadi perselisihan antara Kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipan mengenai wilayah IMANA yang mana IMANA bagian wilayah Kaidipan dan Atinggola menginginkan IMANA bagian wilayahnya. Kerajaan Bolango dan Limboto turut menengahi perselisihan ini, namun tidak terjadi kesepakatan dan akhirnya pihak pemerintah kolonial hindia belanda pada tahun 1858 memutuskan bahwa IMANA adalah bagian wilayah Kerajaan Kaidipan dan sungai andagile sebagai tanda batas wilayah bagi kedua kerajaan.

Tahun 1889 Kolonial Belanda memberlakukan pemerintah langsung dan menghapus sistim kerajaan di wilayah Gorontalo (Persekutuan Limo Lo Pahalaa), eks kerajaan Atinggola dimasukkan dalam wilayah onderafdeeling Limbotto.


Sumber:

Sejarah Kerajaan Gorontalo, oleh Harto Juwono

Momuato, oleh Ali Mobiliu

Taal,Land En Volkenkunde 1870

No comments:

Post a Comment