Tuesday, September 20, 2022

Makam Keramat di Kerajaan Gorontalo dan Limboto (catatan tahun 1870)

Tulisan laporan Hindia Belanda "Taal Land En Volkenkunde ", tahun 1870
Di wilayah Kerajaan Gorontalo dan Limboto, masyarakat menziarahi makam yang dianggap keramat diantaranya :

Makam Male (Ta Ilayabe) di negeri Liato
(leato) ;
Makam Ilato (Ju Panggola) di negeri Lekobalo;
Makam Gubulo (Raja Hubulo) di negeri Tapa
Makam Tanaiyo di negeri Limba
Makam Hulubalangi di negeri Kwandang;
Makam Ta To Pelehu di negeri Bilato, di muara sungai Paguyaman

---------
catatan ;

Saat ini makam yang dianggap keramat oleh masyarakat dikenal sebagai makam para aulia; makam Ta ILAYABE berada dibukit samping kompleks Pelabuhan Gorontalo. Makam Ju Panggola berada di desa iluta, kabupaten Gorontalo. Ju Panggola sewaktu menjadi raja Limboto bernama Raja Ilato. Makam Raja Hubulo terletak di kompleks pesantren Hubulo., kecamatan Tapa. Raja Hubulo pernah berkuasa di Kerajaan Bolango antara tahun 1752-1772 dan keturunannya menggunakan nama marga GOBEL.

Makam Hulubalangi.
Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Kwandang menyebutkan sebagai makam aulia HULUBALANGI yang terletak disuatu bukit di desa Moluo. menurut kisah bahwa makam ini dahulunya berada dekat sungai, kemudian makam ini menghilang beberapa hari dan makamnya terlihat telah berada di tanah perbukitan sampai sekarang dan telah dibangun pula mushalah sebagai tempat istirahat dan sholat saat menziarahi makam aulia Hulubalagi.

Lokasi makam Aulia Hulubalangi

Pusara Aulia Hulubalangi




Thursday, September 15, 2022

Sejarah Singkat Desa Bongo/Bubohu

Kerajaan kecil (Linula) Bubohu didirikan tahun 1750 pada masa kekuasaan Raja Gorontalo Botutihe (1737-1757).Linula Bubohu adalah bagian dari wilayah Kerajaan Gorontalo, raja pertama adalah Hilalumo Amay berkuasa tahun 1750-1792. Selang 30 tahun sejak berdirinya linula Bubohu, wilayahnya berada dibawah kekuasaan Kerajaan Limboto pada masa kekuasaan Raja Tilahunga dan sekitar tahun 1783 ibukota Kerajaan Limboto yang semula di Tomilito (Kwandang) dipindahkan ke Bubohu. Kemudian pada masa kekuasaan Raja Olii ibukota kerajaan di Bubohu pindah ke Hunggaluwa. Tahun 1889 pemerintah Hindia Belanda membagi wilayah linula Bubohu menjadi dua bagian; Buotanga sampai Tanjung Olimela masuk kekuasaan Limboto dan Buotanga sampai Hulipilo masuk wilayah kekuasaan Gorontalo.

Tahun 1902 Linula Bubohu berubah statusnya menjadi Kampung Bubohu, kemudian setelah Kemerdekaan RI berubah menjadi Desa Bongo. terbentuknya Kabupaten Gorontalo tahun 1959, Desa Bongo masuk wilayah administrasi Kecamatan Batudaa Pantai.