Wednesday, April 7, 2021

Kuliner Tradisional (2)

Makanan olahan jagung

Laporan JF. Riedel tahun 1870 masyarakat Gorontalo umumnya mengkonsumsi Jagung dan beras sebagai bahan makanan pokok.

Dahulu masyarakat Gorontalo sering mencampur jagung dan beras untuk dijadikan bahan makanan pokok yang dikenal dengan nama Ba’a Lo Binthe (beras jagung). Olahan makanan dari jagung yang terkenal adalah Binthe Biluhuta. Tahun 2016 Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI menetapkan Binthe Biluhuta sebagai warisan budaya tak benda.

Selain Binthe Biluhuta ada juga jenis olahan jagung sebagai makanan khas gorontalo anatara lain bubur Sada, Binthe Biloti dan Jagung rebus putungo.

# Bubur Sada.

Bahan dasar untuk membuat Bubur Sada disebut Dila Lo Binthe yaitu biji jagung yang telah digiling halus. Lalu dimasak menjadi bubur Sada, biasanya dihidangkan dengan dabu-dabu sagela atau ikan fufu.

Bubur Sada


# Binthe Biloti 

Jenis makan ini sudah jarang dikomsumsi. Bahan ini terdiri dari jagung kering yang disangrai sampai renyah dengan bumbunya terdiri dari bawang merah, daun bawang, hele (udang kecil) dan cabe.

# Binthe Lo Putungo

Jagung rebus yang dipadukan dengan sayuran dari bahan jantung pisang atau disebut Binthe Lo Putungo.

Kuliner Tradisional (1)

 Tili'aya dan Ilabulo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda


Pada Tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Tili’aya dan Ilabulo masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda. Tili’aya dan Ilabulo adalah makanan tradisional Gorontalo, menurut tokoh Budaya Haji Abdul Wahab Lihu bahwa tidak akan sempurna suatu peradatan di Gorontalo jika tidak disuguhi dua hal sebagai makanan untuk dihidangkan yaitu ilabulo dan tili’aya.


Bagi masyarakat Gorontalo tempo dulu, Tili’aya yang terbuat dari campuran gula merah, telur dan santan disajikan pada saat sahur hari pertama dan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Selain itu makanan Tili'aya pada acara adat sebagai lauk atau pelengkap nasi dan makanan berat lainnya. Kalau sekarang jika ada kegiatan doa arwah atau tahlilan biasanya disuguhkan Tili’aya dan Nasi kuning.


Ilabulo adalah jenis makanan dibuat melalui proses pemasakan adonanannya yang terdiri dari tepung sagu, jeroan hati dan ampela, lemak daging ayam dan campuran rempah-rempah. Adonan ini dibungkus dengan daun pisang sehingga menghasilkan ilabulo dengan aroma khas dan rasa yang gurih. Pada Zaman dahulu makanan ilabulo hanya disajikan untuk raja dan kalangan bangsawan Gorontalo, tetapi saat ini sudah menjadi makanan khas masyarakat Gorontalo yang disajikan dalam bentuk kukus atau dibakar