Wednesday, April 7, 2021

Kuliner Tradisional (1)

 Tili'aya dan Ilabulo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda


Pada Tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Tili’aya dan Ilabulo masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda. Tili’aya dan Ilabulo adalah makanan tradisional Gorontalo, menurut tokoh Budaya Haji Abdul Wahab Lihu bahwa tidak akan sempurna suatu peradatan di Gorontalo jika tidak disuguhi dua hal sebagai makanan untuk dihidangkan yaitu ilabulo dan tili’aya.


Bagi masyarakat Gorontalo tempo dulu, Tili’aya yang terbuat dari campuran gula merah, telur dan santan disajikan pada saat sahur hari pertama dan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Selain itu makanan Tili'aya pada acara adat sebagai lauk atau pelengkap nasi dan makanan berat lainnya. Kalau sekarang jika ada kegiatan doa arwah atau tahlilan biasanya disuguhkan Tili’aya dan Nasi kuning.


Ilabulo adalah jenis makanan dibuat melalui proses pemasakan adonanannya yang terdiri dari tepung sagu, jeroan hati dan ampela, lemak daging ayam dan campuran rempah-rempah. Adonan ini dibungkus dengan daun pisang sehingga menghasilkan ilabulo dengan aroma khas dan rasa yang gurih. Pada Zaman dahulu makanan ilabulo hanya disajikan untuk raja dan kalangan bangsawan Gorontalo, tetapi saat ini sudah menjadi makanan khas masyarakat Gorontalo yang disajikan dalam bentuk kukus atau dibakar

No comments:

Post a Comment