Monday, September 14, 2020

Catatan Sejarah Raja Wolango, Putri Moliye dan Raja Polamolo


Raja Gorontalo Wolango adalah anak dari Raja Uloli, berkuasa tahun 1450-1481. Wolango memiliki Istri bernama Moliye, seorang penguasa Kerajaan Limboto. Moliye  menggantikan ibunya, Ratu Mitu.

Dalam catatan sejarah, Wolango dan Moliye melakukan ekspansi memperluas kekuasaan di Teluk Tomini dan anak mereka bernama Polomalo diserahkan tugas sementara untuk mengurusi kedua kerajaan, Gorontalo dan Limboto.

Raja Wolango bersama prajurit kerajaan memulai perjalanannya dari Teluk Gorontalo menyusuri pantai Barat. Sedangkan Ratu Moliye bersama pasukannya memulai perjalanan dari Muara Sungai Paguyaman menuju Kepulauan Togian. Keduanya berhasil menaklukan wilayah yang berada di Teluk Tomini dan bertemu di Sausu. Selanjutnya Wolango dan Moliye membuat kesepakatan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian "Sausu Masabuku" , Kerajaan Gorontalo mendapatkan wilayah Sausu sampai Paguyaman dan Kerajaan Gorontalo mendapatkan wilayah dari perbatasan Sausu sampai pulau Togean



Tahun 1481 Polamolo dinobatkan menjadi Raja   Gorontalo sekaligus Raja Limboto. Akhir dari kekuasaannya adalah peristiwa pembunuhan atas dirinya yang didalangi oleh pejabat kerajaan. Raja Polamolo digantikan oleh putri Ntihedu adik dari raja Wolango sebagai Ratu Gorontalo, sementara Kerajaan Limboto adalah  raja Pilohibuta. Mulai saat itu Kerajaan Gorontalo dan Limboto masing-masing memiliki rajanya.


Catatan

Raja Wolango kawin dengan Ratu Moliye dapat anak tunggal bernama Polamolo.

Raja Polamolo kawin lagi dengan putri Monggulilalo dapat anak:

1. Pangeran Lopuo

2. Raja Uloli II

3. Putri Mitu II